Teman, debat agama ini tak pernah usai.

Tadi pagi, saya lagi online facebook. Seperti biasa, beberapa menit disana aja udah langsung bosan. Lalu secara gak sengaja saya liat ‘Group Bar’ di sisi kiri ‘Home’ facebook saya. Ada beberapa Group yang sudah lama gak saya jelajahi lagi, maka beberapa pun saya adili dengan ‘Leave Group’. Ya, beberapa dari group tersebut sekarang sudah penuh dengan iklan - iklan gak jelas. Yang online shop lah, kursus mobil lah, operasi plastik lah. The hell. Facebook udah kaya koran harian aja :D

So there’s this one group that stays updated. Saya gak akan menyebutkan nama Group tersebut disini, tapi intinya itu adalah Group tentang kelompok keagamaan tertentu. Kvlt? You name me, hehehe. Seperti Group keagamaan pada umumnya, pasti ada akun - akun iseng yang mencoba untuk memanaskan suasana, and yup, we have some here. Satu akun ini mem-post sesuatu yang kurang lebih seperti ini :

“Semua Agama itu hanyalah Mitos, hanya orang bodoh saja yang memercayainya.”

Wow, sangat provokatif banget, ya? Dan sampai saat ini, sudah ada 378 komentar atas posting tersebut. Saya jadi mikir, buat apa nih orang nge-post seperti ini? DAN BUAT APA LAGI, banyak orang memperdebatkan agama-anti agama ini?

Hahaha, para theis pun dengan serta merta langsung mengeluarkan jurus jurus legendanya, kisah - kisah keagamaan, janji - janji Tuhan, kutipan - kutipan ilmuwanl, dll. Seriously, saya jamin para Atheis malah semakin memperolok kaum theis. Mereka dengan segenap kemampuan memutar otak bagaimana caranya agar membuat para theis ini terlihat memiliki kemampuan intelejensia yang serendah kodok. Ada yang menertawakan, ada yang bilang agama hanya produk kebudayaan Arab dan Eropa, ada yang mempertanyakan eksistensi Yang Maha Agung, dll.

Tapi, menurut saya, debat ini tidak pintar. Perdebatan antara theis dan atheis tentang agama tentu tidak akan pernah usai. Lah, sumber - sumber pemikirannya aja beda? Yang satu sumbernya buku yang berusia ratusan tahun, yang satu sumbernya tentang ilmu pengetahuan terkini. Kalau setiap pendapat menyerang pendapat lain dengan berdasarkan sumber subjek pendapatnya sendiri, ya gak bakal nemu. Sejarah membuktikan bahwa perdebatan seperti ini tidak akan selesai. Jauh di ribuan kilometer ke barat sana, malah dulu sampai bunuh - bunuhan untuk meyakinkan kubu lainnya bahwa pendapat mereka paling benar. Kalau jaman dulu, maklumlah, mereka masih shock terhadap kebudayaan baru. Tapi sekarang?

Saya kepikiran, kenapa orang - orang sampai sekarang masih saja ada yang memaksakan kehendak atas orang lain? Memangnya kalau beragama kenapa? Memangnya kalau tidak beragama kenapa? Mungkin kita sebenarnya bisa hidup dengan tenang dan nyaman kalau masing - masing menerima yang lainnya. Theis menerima eksistensi atheis. Atheis juga sebaliknya. What a good life we have there, brothers.

Oleh karena itu. Keyakinan jangan diumbar umbar. Save it to yourself. Mau percaya Tuhan kek, mau percaya Pohon kek, mau percaya Matahari kek, SAVE IT TO YOU. Kita masing masing percaya, keyakinan kita lah yang paling benar, bukan? Logikanya adalah, kalau kita yakin keyakinan kita benar, buat apa diperdebatkan? Buat apa diteriak2an di jalanan? Buat apa takut sama kehadiran keyakinan lain, toh kalau keyakinan kita benar, dan keyakinan yang lain menurut kita salah, bukannya malah membuat kontras dan menonjolkan kebenaran keyakinan kita sendiri?

Maka menurut saya, orang yang terus mencoba memaksakan keyakinannya atas orang lain, adalah orang yang tidak yakin atas keyakinannya sendiri. Bagaimana?



  1. iamnorthern posted this