I am into that weird hour of tranquillity (again). Jam - jam dimana saya hanya ditemani kegelapan, koneksi internet, ponsel yang di silent-mode, dan suara air keran yang menetes di dalam kamar mandi.
Anyway… saya lagi sering ngelamun tentang satu hal. Satu hal yang mungkin tabu dibicarakan di budaya Timur. Saya sering mendengar / membaca tulisan tulisan yang berkonklusi :
“Di surga kita akan hidup dengan penuh kebahagiaan, serta abadi”.
Kita hidup tumbuh besar dengan arti dari kata-kata ini hidup di otak kita. Doktrin kitab suci? Mungkin.
Tapi kok rasanya gak selaras ya? antara “Keabadian” dan ”Bahagia”. Menurut saya, hidup ini indah karena kita tahu bahwa kita gak mungkin abadi. Atas “keselarasan” itu, kita bisa merasakan bahwa kematian akan selalu ada disana menunggu kita. Kita merasa bahagia atas suatu keadaan, karena kita tau keadaan bahagia itu tidak bisa kita dapati selamanya. Karena kita tau kita akan mati maka kita bisa menghargai keadaan itu.
Contohnya seperti ini :
Saya bahagia mengetahui bahwa Manchester United akan datang ke Indonesia besok.
Artinya, saya merasa bahagia karena saya tau bahwa Manchester United tak akan sering ke Indonesia, 10 tahun sekali pun belum tentu! Oleh karenanya, saya bahagia akan hal itu. Mungkin, saya gak punya cukup umur untuk melihat mereka selain besok? Nah!
Kita merasa bahagia karena kita tau bahwa gak ada yang abadi. Walau kita gak menyadari “keselarasan” ini, tapi kita hidup selama ini dengannya. Tapi di surga nanti, kita akan hidup bahagia. Selamanya.
Kita tentu gak bisa mengatakan sesuatu sebagai “kebahagiaan” kalau gak ada kesedihan ada disampingnya. Suatu kata sifat adalah komparasi dari sifat lain yang berlawanan.
Pernah membayangkan selama apa sih ‘selamanya’ itu? Jangan. Nanti bisa gila. Haha.
Di surga, kita akan hidup selamanya dengan kebahagiaan (kalau kita di surga gak akan merasa sedih, bagaimana bisa mengatakan disana akan bahagia?).
Satu kutipan yang bisa memperjelas maksud saya di tulisan ini :
“I’ll tell you a secret. Something they don’t teach you in your temple. The Gods envy us. They envy us because we’re mortal, because any moment might be our last. Everything is more beautiful because we’re doomed. You will never be lovelier than you are now. We will never be here again.” - Achilles
-
iamnorthern posted this